"Jumlah gepeng di Kota Bandung pada saat bulan suci Ramadan kemarin jumlahnya mencapai lebih dari 1.000 orang," kata Ferdi saat dihubungi via telepon
selularnya, Minggu (27/9/2009) malam.
"Dari hasil identifikasi, kebanyakan gepeng tersebut berasal dari daerah Pantura seperti Pekalongan, Brebes dan Tegal," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pendatang yang tidak memiliki keterampilan untuk tidak datang ke Kota Bandung.
"Jangan karena Bandung ibukota provinsi, kota pusat ekonomi, pusat pendidikan dan pusat jasa, sehingga digunakan sebagai tempat mengadu nasib," tutur Ferdi.
Apalagi menurut Ferdi, para gepeng tersebut dalam kondisi sehat jasmani serta berusia produktif. "Mereka yang jadi gepeng biasanya masih usia produktif dan sehat jasmani dan rohani. Hanya mentalnya saja yang pemalas," katanya.
Lebih baik, ujar Ferdi, para pendatang yang tidak memiliki tujuan jelas ke Kota Bandung membangun daerahnya masing-masing.
"Kehadiran gepeng itu kan mengganggu ketertiban, dan estetika kota, untuk itu pasca lebaran ini kami rutin mengadakan operasi yustisi di beberapa terminal," ujarnya.
(ahy/ema)











































