Menurut Kasi Yustisi Dinas Kependudukan Taspen Effendi razia KTP dilakukan saat arus balik untuk mengecek kemungkinan adanya pendatang baru dari daerah ke Kota Bandung.
"Kita mengadakan razia pada arus balik karena pas arus balik, yang mudik kemarin bawa teman atau saudara untuk mengadu nasib di Bandung. Kemungkinan besar penduduk yang tidak punya KTP akan banyak dijumpai dan akan menambah macam-macam," ujar Taspen ditemui di sela-sela razia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam razia yang dilakukan pukul 10.00 WIB tadi, Dinas Kependudukan dibantu oleh Satpol PP. Setiap ada bus yang masuk ke Terminal Cicaheum, saat penumpangnya turun diperiksa dan ditanya KTP.
Untuk penumpang yang tidak punya KTP Bandung langsung dibawa ke pos pendataan. "Bagi yang tidak punya KTP kita data. Kita tanya dari mana asalnya, apa keperluannya, dan di Bandung berdomisili di mana," ujar Taspen.
Dari hasil pendataan tersebut, lanjut Taspen, akan ditindak lanjuti di tingkat kecamatan, kelurahan dan RT/RW. "Dinas Kependudukan akan memantau perkembangan warga yang bersangkutan apakah sudah melapor atau belum," ujar Taspen.
Rencananya, selepas dari Terminal Cicaheum, razia KTP akan dilanjutkan di Terminal Leuwipanjang, Stasiun Kiaracondong dan Stasiun Bandung.
Dalam razia tersebut, Dinas Kependudukan juga membagikan selebaran berupa imbauan membuat KTP sementara untuk yang berdomisili sementara dan juga untuk pembuatan KTP tetap untuk yang berdomisili tetap di Bandung.
Selain itu dibagikan juga stiker bertuliskan 'Segera Daftarkan dan Catatakan Dokumen-dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Anda (KK, KTP Akta kelahiran, dan lain-lain)' dengan Tepat Waktu'. (ema/ema)











































