Oki warga Jalan Cicabe akhirnya ikut membuka lapak jasa laminating SIM sesuai dengan rute SIM Keliling.
Laminating yang Oki tawarkan memang berbeda kualitas dibandingkan yang di tawarkan di tempat-tempat foto copy. Mulai jenis plastik yang lebih tebal, juga dalam prosesnya yang manual dengan api berbahan bakar spirtus membuat SIM tidak rusak atau melengkung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oki mampu mendapatkan 80 persen dari pemohon perpanjangan SIM setiap harinya. Misal setiap hari ada enam puluh pemohon, ia bisa mendapatkan 50 orang yang melaminating SIM.
Ongkos jasanya per SIM dihargai Rp 5.000, dari modal utama yang ia keluarkan sebesar Rp 2.000, jadi untung bersihnya sebesar Rp 3.000. Jumlah pemohon SIM pun dibatasi hanya sebanyak 60 formulir perhari dari pihak petugas.
"Kalau nasib bagus kita bisa dapat lima puluh dari jumlah yang memperpanjang SIM sebanyak enam puluh orang," tuturnya.
Sebelum membuka lapak ikut dimana SIM Keliling, ia sempat buka di kantor pajak, juga di kampus-kampus.
(lom/lom)











































