Ajat Sudrajat (28), salah satu kusir delman yang sehari-hari mangkal di Soreang mengaku pindah tempat mangkal karena merasa dengan mangkal di daerah Gedung Sate, peminat delman di musim lebaran lebih banyak di kota.
"Rata-rata yang naik wisatawan asal Jakarta, Bogor dan kota-kota besar lain di mana delman sudah jarang ditemui," ujar Ajat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kurang dari lima biasanya saya minta nunggu dulu sampai jumlahnya lima yang naik," tutur Ajat.
Farida (28) ibu dua anak asal Jakarta yang berlibur ke Bandung beserta anak dan suaminya mengaku antusias bisa naik delman keliling Gedung Sate.
"Alat transportasi tradisional semacam ini sudah cukup jarang ditemui di Jakarta, selain itu ongkos naiknya juga murah meriah. Jadi supaya anak tahu kalau dulu ada alat transportasi seperti ini," ujarnya sambil tersenyum.
(dip/lom)











































