Seperti dituturkan Santosa (30), pedagang oleh-oleh di Terminal Leuwipanjang, ia penjualannya selama libur lebaran naik 100 persen dibanding hari biasa. "Kebanyakan yang ke sini mencari keripik tempe, selain itu juga keripik oncom," tuturnya, Selasa (22/9/2009).
Harga per kemasan seperempat kilo untuk keripik tempe dan keripik oncon Rp 12.000. Dalam satu hari, santosa bisa menjual 150-200 bungkus keripik tempe. Sedangkan keripik oncom bisa laku hingga 100 bungkus per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rata-rata pembelinya adalah pemudik yang ingin membawa oleh-oleh ke kampung halaman. "Rata-rata dari Jawa Tengah seperti Tegal, Yogakarta atau Semarang. Mereka rata-rata memilih keripik tempe atau keripik oncom karena di sana jarang," tuturnya. Selain itu, tentu saja ada juga pembeli-pembeli dari Jakarta yang sengaja datang ke Bandung di masa liburan.
Pendapat senada dituturkan Yadi (30) pedagang oleh-oleh di Pasar Baru. Menurutnya, sejak Lebaran ia mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu, cenderung menurun.
"Sehari, laku 100-150 bungkus. Sedangkan tahun kemarin bisa sampai 200-300 bungkus," ujar Yadi. Harga yang dipatok oleh Yadi, sama yang dipatok oleh Santosa, Rp 12.000.
Baik Yadi maupun Santosa, memprediksi puncak keramaian pembelian oleh-oleh akan terjadi besok hingga lusa. "Kalau besok kelihatannya akan lebih ramai dari sekarang, karena kebanyakan yang silaturahim sudah mulai beralih ke belanja. Selain itu yang mau pulang juga sudah mulai banyak.
(lom/lom)











































