Pantauan detikbandung, Senin (21/9/2009) ada sekitar seratusan pedagang bunga yang menyambut para peziarah. Mereka berada di pinggir jalan Padjadjaran hingga ke dalam makam. Yang ditawarkan antara lain bungkusan bunga untuk ditabur di atas makam, air, serabut kelapa juga kemenyan. Mereka berjualan menggunakan meja, kursi juga terpal seadanya.
Tarsiah (70), nenek asal Majalengka, sengaja datang jauh-jauh untuk berjualan. Di hari Lebaran saja, Tarsiah bisa mendapat 350 ribu rupiah. "Kalau bukan karena buat cari uang, ibu juga ngga akan jauh-jauh jualan ke sini," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berjualan sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB hingga menjelang magrib sekitar pukul 17.00 WIB. Satu bungkus bunga ia jual sekitar Rp 3.000. Bunga-bunga yang ia jual, berasal dari para pemasok dari Lembang.
Begitu juga Dedeh (43), Warga Kelurahan Citepus, Kecamatan Sukajadi. Selama satu hari kemarin mendapatkan Rp 250 ribu. Ia mengaku berjualan setiap lebaran saja. "Biasanya saat munggahan juga, tetapi kemarin repot," tuturnya.
Tidak hanya pedang bunga, sejumlah tukang bersih makam dadakan pun bermunculan. Mereka menggunakan sapu lidi juga arit. Ia yang biasa menjadi buruh bangunan, saat lebaran berubah menjadi tukang bersih makam. Ia sudah 12 tahun melakoninya.
Dalam sehari, ia mendapat uang sebanyak Rp 150 ribu dari para keluarga peziarah. "Ngasihnya beda-beda, seiklasnya saja. Tidak ditarget berapa."
Dikatakan Yana, puncak keramaian biasanya terjadi sekitar pukul 11-12.30 WIB, selanjutnya sepi dan akan mulai ramai lagi sekitar pukul 17.00 WIB.
Pantauan detikbandung, semakin siang, jumlah peziarah yang datang semakin ramai. Area pemakaman pun seperti bukan lagi makam, melainkan pasar. "Kirain kalau hari kedua sudah sepi, ternyata tetap aja ramai. Tetapi segini juga sudah ramai, makam jadi seperti pasar," ujar salah seorang peziarah Dani (37). (lom/lom)











































