"Dengan adanya tim independent dari akademisi, diharapkan ada akuntabilitas tingkat kerusakan sekolahnya masing-masing," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, seusai melepas 3 ribu paket kado lebaran ke enam titik kecamatan yang ada di Tasik dan Garut, Sabtu (19/9/2009).
"Kalau tidak seperti itu atau dibiarkan menghitung sendiri tingkat kerusakannya, maka akan saling klaim sekolahnya paling rusak," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terpenting tulang bangunannya sudah kuat," kata gubernur.
Sementara itu, Heryawan mengatakan pihaknya masih menunggu verifikasi terkait ajuan angka ke pemerintah pusat mengenai kerusakan rumah di Jabar akibat terkena gempa bumi.
"Yang provinsi berikan ke pusat yanitu sebesar Rp 1,78 triliun. Angka itu hanya terhitung untuk rumah saja dan tidak termasuk infrastruktur lainnya," kata Heryawan.
Dari jumlah tersebut, imbuhnya, pemerintah akan mengucurkan dana stimulan untuk membantu korban gempa dengan total yang dikeluarkan sebesar Rp 250 miliar.
Pencairan, jelas gubernur, akan diberikan kepada kelompok masyarakat (Kopmas)dengan perhitungan sepuluh rumah dalam setiap kopmas.
Disinggung besarannya per kopmas yang akan didapat, Heryawan enggan menuturkannya. "Itu nanti saja, yang penting sebelum 2010 recovery sudah selesai," ujarnya.
(ahy/lom)











































