Agar Tak Saling Klaim Kerusakan, ITB Dilibatkan

Gempa di Jabar

Agar Tak Saling Klaim Kerusakan, ITB Dilibatkan

- detikNews
Sabtu, 19 Sep 2009 15:14 WIB
Agar Tak Saling Klaim Kerusakan, ITB Dilibatkan
Bandung - Proses tanggap bencana yang diberlakukan selama 14 hari telah selesai, Rabu (16/9/2009) lalu. Agar tidak saling klaim kerusakan di sarana pendidikan, mahasiswa teknik sipil ITB pun dilibatkan guna menghitung tingkat kerusakan.

"Dengan adanya tim independent dari akademisi, diharapkan ada akuntabilitas tingkat kerusakan sekolahnya masing-masing," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, seusai melepas 3 ribu paket kado lebaran ke enam titik kecamatan yang ada di Tasik dan Garut, Sabtu (19/9/2009).

"Kalau tidak seperti itu atau dibiarkan menghitung sendiri tingkat kerusakannya, maka akan saling klaim sekolahnya paling rusak," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses verifikasi sendiri, lanjut Heryawan, akan efektif dilakukan seusai peringatan Hari Raya Lebaran. Adapun fokus perhatian para mahasiswa teknik sipil ITB tersebut juga untuk memberikan gambaran bangunan yang kokoh untuk dapat digunakan di kemudian hari.

"Yang terpenting tulang bangunannya sudah kuat," kata gubernur.

Sementara itu, Heryawan mengatakan pihaknya masih menunggu verifikasi terkait ajuan angka ke pemerintah pusat mengenai kerusakan rumah di Jabar akibat terkena gempa bumi.

"Yang provinsi berikan ke pusat yanitu sebesar Rp 1,78 triliun. Angka itu hanya terhitung untuk rumah saja dan tidak termasuk infrastruktur lainnya," kata Heryawan.

Dari jumlah tersebut, imbuhnya, pemerintah akan mengucurkan dana stimulan untuk membantu korban gempa dengan total yang dikeluarkan sebesar Rp 250 miliar.

Pencairan, jelas gubernur, akan diberikan kepada kelompok masyarakat (Kopmas)dengan perhitungan sepuluh rumah dalam setiap kopmas.

Disinggung besarannya per kopmas yang akan didapat, Heryawan enggan menuturkannya. "Itu nanti saja, yang penting sebelum 2010 recovery sudah selesai," ujarnya.
(ahy/lom)


Berita Terkait