"Biar kayak suasana perjuangan zaman dulu," kata Kepala Telekomunikasi PT KAI (Persero) Daop II Bandung, Untung (50), saat ditemui detikbandung di sela tugasnya di Stasiun Kiaracondong, Sabtu (19/9/2009).
Pria kurus kecil berkaca mata ini menuturkan, pemilihan jenis lagu yang diputarnya tersebut diakuinya cukup egois. Pasalnya, jangankan lagu rock lagu pop atau jazz yang tengah digandrungi muda-mudi saat ini pun tak ia perkenankan mengudara di stasiun tempat ia bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemutaran lagu keroncong juga, ujar Untung, juga dikuatkan dengan beberapa pejabat di stasiun yang menyukai karakter musik khas dengan cengkok tersebut.
"Pa KS (Kepala Stasiun) juga suka keroncong, bahkan dulu pernah ada penumpang yang minta lagu keroncong lainnya," katanya Bangga.
Apa yang dikatakan Untung benar adanya. Buktinya, salah seorang personel Gegana Brimob Polda Jabar Yulvian yang tengah bertugas di sana sempat menyambangi ruangan tempat kerja Untung.
"Saya memang suka lagu kayak gini, terkesan kita seperti di masa perjuangan. Apalagi kakek saya dulu pejuang," kata Yulvian.
(ahy/lom)











































