Seperti dinyatakan Efffendi (67) warga Panyileukan yang sudah pensiuan sejak tahun 1997. Dia menuturkan dirinya bukan kecewa karena tidak diberikan THR, namun kecewa dengan tata cara pemkot Bandung.
"Saya bukan kecewa karena nilai uangnya tapi karena caranya, seharusnya ada pengumuman yang ditempel atau petugas yang datang," kata Effendi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mengaku selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa lalu dia datang ke GOR Saparua. Pria asal Garut ini menuturkan selama di Bandung dia tinggal bersama anaknya di Cimenyan.
Dikatakan Andi selama ini pembagian THR tidak pernah mengalami masalah seperti tahun ini. Dia juga mengaku akan menerima jika ternyata tidak akan dapat uang THR untuk pensiunan tahun ini. "Habis mau bagaimana lagi, dari pada habis diongkos," ujarnya.
Tahun lalu, sambung Andi, dia mendapat THR sebesar Rp 150 ribu. Menurut isu yang beredar, tahun ini dia akan mendapat Rp 200 ribu. Tapi ternyata hanya isapan jempol.
Pantaun detikbandung, para pensiunan yang sudah lanjut usia tersebut tersebar di luar dan di dalam GOR Saparua. Tampak mobil kepolisian dari Polsekta Bandung Wetan berjaga di dekat lokasi.
(ema/ern)










































