Upacara pemakaman dilakukan secara militer. Inspektur Upacara adalah Wali Kota Bandung Dada Rosada. Pada saat jenazah akan dimasukkan ke dalam liang lahat, terdengar satu tembakan salto dari enam orang penembak.
Dada mendapat kehormatan memasukkan tanah ke dalam liang lahat, kemudian disusul dari perwakilan pihak keluarga yaitu anak almarhum Dandan Reza Wardhana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama proses upacara istri almarhum Sri Martina serta kerabat lainnnya terlihat tegar. Namun, saat menaburkan bunga ke atas makam, beberapa istri dan anak almarhum terlihat menangis.
Pemakaman yang berlangsung sekitar 10.30 WIB ini dihadiri beberapa pejabat pemkot seperti Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda serta Sekda Kota Bandung Edi Siswadi. Selain itu terlihat beberapa anggota dewan dan tokoh masyarakat juga hadir.
Tak hanya itu, ratusan warga pun menyemut di pemakaman. Mereka berbondong-bondong datang ke area pemakaman, bersamaan dengan iring-iringan jenazah yang datang dari rumah duka di Jalan Aria Jipang.
Sebagian warga terlihat naik ke atas tembok di area pemakaman untuk melihat prosesi pemakaman. Sebagian lagi rela berdesak-desakan untuk sekedar mengintip pemakaman mantan wali kota Bandung periode 1983-1988-1993 itu.
Ateng a meninggalkan lima anak dari istri pertama Henny Maryam, tiga anak dari istri kedua Sri Martina serta 13 cucu dan 1 cicit. Ateng meninggal di RS Borromeuus kemarin siang akibat penyakit diabetes yang dideritanya. (ern/ern)











































