"Bangunan baru yang ada dibelakang rumah saya, pondasinya mepet sekali dengan tembok bagian belakang rumah. Sehingga tembok belakang rumah saya belah dan ubin-ubinnya terangkat," tutur Paras kepada wartawan saat melakukan peninjauan di lokasi kejadian, Minggu (13/9/2009).
Menurut Paras rumah yang telah empat tahun ditempatinya itu mendadak mengalami retak-retak pada tembok belakang sejak dibangunnya Perumahan Setramurni Asri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semenjak 2008 kerusakan rumah Paras semakin parah dengan meletupnya ubin di bagian belakang rumah ditambah ambrolnya eternit di dalam rumah.
"Ini yang mengerikan, pada saat rumahnya sudah jadi, retak-retaknya semakin parah, bahkan sampai ubinnya meletup. Karena dicekam rasa takut, terlebih anak dan istri saya ketakutan, saya memutuskan untuk pindah," ujar Paras.
Paras mengaku belum ada ganti rugi dari pihak pengembang Perumahan Setramurni Asri. "Sempat ada tawaran memperbaiki, tapi mau diperbaiki bagaimana? Rumah saya sudah terancam rubuh, mau dijual pun akan sangat sulit laku kalau tahu kondisinya seperti itu," protes Paras.
Ke depan, Paras mengharapkan pihak pengembang Perumahan Setramurni Asri bisa berlaku adil. "Kalau harapan saya, rumah saya bisa dibeli saja. Soalnya dengan kondisi yang seperti sekarang, saya tidak mungkin menempati kembali rumah saya di sini," tutur Paras. (dip/ema)











































