Peduli Gempa Lewat Kolaborasi Musik

Peduli Gempa Lewat Kolaborasi Musik

- detikNews
Sabtu, 12 Sep 2009 10:51 WIB
Peduli Gempa Lewat Kolaborasi Musik
Bandung - Siapa bilang generasi muda kerap tidak peduli pada kondisi sekitar? Solidaritas Independen Bandung, sebagai salah satu komunitas muda telah menepis pandangan itu, lewat digelarnya Community Gathering dan Penggalangan Dana Untuk Korban Gempa Jabar di Common Room Kamis Malam (10/9/2009).

Menurut Addy Gembel selaku aktivis Solidaritas Independen Bandung (S.I.B) acara ini adalah ajang silaturahmi lintas komunitas sekaligus fundraising bagi korban gempa di Jabar yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 lalu.

Dari parkiran venue pemandangan fund raising sudah nampak terlihat. Sebuah replika roket bertuliskan 'Penggalangan Dana Untuk Korban Gempa Jabar' sudah menyambut pengunjung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bergerak masuk, nampak jajaran stand yang menjual merchandise band indie Bandung, seperti gelang spike hingga t-shirt band.

Di pintu masuk venue, sejumlah poster berisi ajakan untuk menyumbang seperti 'Kodok Sakunya Buka Dompetnya Sumbangkan Isinya' dan 'Menyumbang=Tiket Untuk ke Surga' terpajang rapi. Selain itu dua toples kaca ukuran jumbo juga telah disediakan panitia untuk menampung sumbangan.

Acara dimulai dengan buka bersama sebelum dilanjutkan dengan penampilan berbagai seniman dan grup musik tradisional seperti Karinding Attack (Bandung), Mang Ayi (Subang) dan Markipat (Cicalengka). Diiringi dentuman musik elektronik dari Killafternoon dan Daminatilada.

Usai penampilan musisi tradisional, derungan distorsi dari band punk Tjukimay feat Bucek membakar semangat seluruh yang hadir. Kegaharan Tjukimay tidak tenggelam oleh kolaborasi musisi tradisional yang mengapitnya. Bahkan terkesan semakin solid dan mantap.

Setelah cukup bergahar-gahar, penonton kembali disejukan oleh kolaborasi Markipat dan Karinding Attack.

Di penghujung acara, Addy Gembel mengumumkan jumlah perolehan bantuan sementara. "Untuk sementara bantuan yang terkumpul ada Rp 2.760.000, ditambah bantuan barang seperti lotion nyamuk, biskuit dan penganan bayi, pakaian dan banyak lagi lainnya," tutur Addy.

Rencananya bantuan akan didistribusikan pada hari Minggu (13/9/2009). "Bantuan akan diberikan ke korban gempa di Desa Sukalilah, Pangalengan Minggu besok, bagi yang masih ingin menyumbang kami masih menerima hingga hari Sabtu (12/9/2009)," ujar Addy.

Pertunjukan berakhir pukul 21.00 WIB, sungguh sebuah acara yang patut diacungi jempol. Dimana berbagai komunitas berbaur dan saling membantu dalam misi kemanusiaan.
(dip/ern)


Berita Terkait