Karyawan Unwim Gantungkan Hidup Dari Kasbon

Karyawan Unwim Gantungkan Hidup Dari Kasbon

- detikNews
Jumat, 11 Sep 2009 10:56 WIB
Bandung - Selama empat bulan bulan tidak mendapatkan gaji, karyawan Universitas Winayamukti (Unwim) menggantungkan hidupnya dari kasbon.

Hal ini dikatakan salah seorang dosen di Fakultas Kehutanan yang enggan menyebutkan nama. Dia mengatakan selama 4 bulan dirinya terus melakukan proses belajar mengajar, meski tidak mendapatkan gaji sepeserpun.

"Kita enggak ingin ganggu kepentingan masyarakat. Makanya proses belajar mengajar terus dilakukan biar tidak terganggu," ujarnya di sela-sela aksi di depan Gedung Sate, Jumat (11/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama empat bulan, diakuinya, dia dan karyawan lainnya meminjam dana operasional belajar mengajar ke fakultas. "Paling juga kita pinjam dulu (kas bon-red) uang operasional di fakultas. Sebulan Rp 300 ribu,  tapi lama-lama juga habis," ujarnya.

Sumber tersebut mengatakan gaji yang diterimanya selama ini pun di bawah UMR hanya Rp 800 ribu per bulan.

Hal senada juga dikatakan Sudarsana Agung, Kabag Tata Usaha Unwim. Dikatakannya selama ini dia menggantungkan hidupnya pada biaya operasional belajar mengajar fakultas.

"Tapi mau tak mau uang tersebut habis membiayai karyawan yang ada," ujarnya.

Ia pun mengatakan selama ia bekerja, untuk setingkat kabag tata usaha, dirinya mendapatkan gaji di bawah UMR yaitu Rp 1,1 juta.

Aksi berlangsung damai tanpa orasi. Mereka duduk-duduk di tempat yang teduh sambil membentangkan poster tuntutan. Poster tersebut antara lain bertuliskan 'Penderitaan Kami Lebih Dari Korban Gempa Jabar Selatan Indonesia', dan 'Rektor Ganti THR atau Gaji Karyawan Tidak Dibayar'.

(ema/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini