Hal ini dikatakan salah seorang dosen di Fakultas Kehutanan yang enggan menyebutkan nama. Dia mengatakan selama 4 bulan dirinya terus melakukan proses belajar mengajar, meski tidak mendapatkan gaji sepeserpun.
"Kita enggak ingin ganggu kepentingan masyarakat. Makanya proses belajar mengajar terus dilakukan biar tidak terganggu," ujarnya di sela-sela aksi di depan Gedung Sate, Jumat (11/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber tersebut mengatakan gaji yang diterimanya selama ini pun di bawah UMR hanya Rp 800 ribu per bulan.
Hal senada juga dikatakan Sudarsana Agung, Kabag Tata Usaha Unwim. Dikatakannya selama ini dia menggantungkan hidupnya pada biaya operasional belajar mengajar fakultas.
"Tapi mau tak mau uang tersebut habis membiayai karyawan yang ada," ujarnya.
Ia pun mengatakan selama ia bekerja, untuk setingkat kabag tata usaha, dirinya mendapatkan gaji di bawah UMR yaitu Rp 1,1 juta.
Aksi berlangsung damai tanpa orasi. Mereka duduk-duduk di tempat yang teduh sambil membentangkan poster tuntutan. Poster tersebut antara lain bertuliskan 'Penderitaan Kami Lebih Dari Korban Gempa Jabar Selatan Indonesia', dan 'Rektor Ganti THR atau Gaji Karyawan Tidak Dibayar'.
(ema/ern)










































