Menurut Kepala Sekolah Suparno proses belajar mengajar memang belum efektif. Hari ini hanya pengumuman perubahan jadwal dan pemberian pengarahan pada siswa.
"Sekarang sudah masuk, tapi kelas 11 dan 13 diliburkan lagi, yang masuk hanya kelas 10 untuk persiapan pesantren Ramadan," tutur Suparno saat ditemui detikbandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita rombongan belajar ada 24 kelompok tapi ruangan yang tersedia hanya 13 ruangan jadi kita diatur dengan dua shift," ujar Suparno.
SMA 23 memiliki 3 gedung sekolah. Gedung satu seluruhnya tidak bisa digunakan, sedangkan gedung dua hanya 6 ruangan yang masih layak pakai dan gedung tiga, ke-7 ruangannya aman dipergunakan.
Pihak sekolah mengimbau siswa tidak mendekati ruangan kelas yang ambruk agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Kita melarang mereka mendekati ruang kelas yang ambruk apalagi naik ke atas karena ditakutkan akan trauma dan takutnya ada pecahan genteng yang jatuh," tutur Suparno.
Imbauan yang sama juga sempat didapatkan detikbandung saat menyambangi SMA 23. Salah satu pegawainya mengingatkan agar hati-hati khawatir ada genteng yang jatuh.
Sejak Kamis (3/9/2009) lalu, SMA 23 terpaksa meliburkan siswanya karena rusaknya gedung sekolah akibat gempa yang terjadi Rabu (2/9/2009) (ema/ern)











































