masih bertahan di tenda pengungsian. Bagi warga yang rumahnya tidak
rusak parah tetap enggan kembali ke rumah. Alasannya, rasa trauma
masih berkelebat di benak.
"Warga belum berani kembali ke rumahnya. Saat ini warga masih trauma,"
jelas Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung,
Dadang Wahidin, kepada detikbandung via ponsel, Sabtu (5/9/2009).
Traumatik yang melanda warga Pangalengan, kata Dadang, sewajarnya
patut dipahami. Kecemasan serta labilnya kejiwaan perlu segera
dipulihkan pasca bencana alam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sejak kemarin. Alhasil, warga memilih berdiam diri bersama keluarga di
tenda-tenda darurat.
"Kemarin adanya isu gempa susulan membuat warga Pangalengan panik. Itu
pula yang menambah beban pikiran dan trauma ke warga," terang Dadang.
(bbp/dip)











































