Bagi warga yang memiliki anak balita, pasca gempa dan tinggal sementara di tenda pengungsian membuat hati menjerit. Jeritan kian keras ketika bantuan seperti susu buat anak belum kunjung mengalir.
"Kalau makanan sih masih kebagian. Yang sekarang dibutuhkan ialah susu untuk anak-anak dan obat-obatan," kata Asep Rohman(31), warga Desa
Pangalengan, Kabupaten Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
susu.
"Nangis terus. Kelihatannya pengen minum susu. Karena gempa, rumah saya ambruk dan runtuhannya menimbun satu bungkus susu bubuk," jelasnya.
Asep mengaku sebungkus susu bubuk itu sisa terakhir yang dimilikinya. Sementara bila sengaja mencarinya, terasa tidak memungkinkan.
"Masa harus mencari susu di balik reruntuhan. Mudah-mudahan cepat ada bantuan sumbangan untuk susu anak," ujar Asep.
Asep hanyalah salah seorang warga Pangalengan yang memiliki anak balita. Apa yang dialami Asep sepertinya dirasakan juga para orangtua warga Pangalengan lainnya yang mempunyai anak balita.
Jeritan hati Asep seolah doa untuk meminta kepada dermawan agar mengabulkan permintaannya. Ya, segelas atau sedus susu untuk anak-anak korban gempa di Pangalengan.
(ema/ern)











































