Jerit Hati Kala Susu Tertimbun Runtuhan

Korban Gempa Pangalengan

Jerit Hati Kala Susu Tertimbun Runtuhan

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 04 Sep 2009 15:39 WIB
Jerit Hati Kala Susu Tertimbun Runtuhan
Bandung - Rasa panik warga Pangalengan boleh reda. Namun, kebingungan masih melanda. Tak hanya membicarakan soal nasib rumah yang kondisinya hancur. Warga pun mengerenyitkan dahi tatkala asupan makanan khusus buat anak tak terpenuhi.

Bagi warga yang memiliki anak balita, pasca gempa dan tinggal sementara di tenda pengungsian membuat hati menjerit. Jeritan kian keras ketika bantuan seperti susu buat anak belum kunjung mengalir.

"Kalau makanan sih masih kebagian. Yang sekarang dibutuhkan ialah susu untuk anak-anak dan obat-obatan," kata Asep Rohman(31), warga Desa
Pangalengan, Kabupaten Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wajar bila Asep mempedulikan anak pertamanya yang kini tinggal sementara di tenda pengungsian di halaman Mapolsek Pangalengan. Sejak peristiwa gempa hingga keesokan harinya, sang anak tidak diberi minum
susu.

"Nangis terus. Kelihatannya pengen minum susu. Karena gempa, rumah saya ambruk dan runtuhannya menimbun satu bungkus susu bubuk," jelasnya.

Asep mengaku sebungkus susu bubuk itu sisa terakhir yang dimilikinya. Sementara bila sengaja mencarinya, terasa tidak memungkinkan.

"Masa harus mencari susu di balik reruntuhan. Mudah-mudahan cepat ada bantuan sumbangan untuk susu anak," ujar Asep.

Asep hanyalah salah seorang warga Pangalengan yang memiliki anak balita. Apa yang dialami Asep sepertinya dirasakan juga para orangtua warga Pangalengan lainnya yang mempunyai anak balita.

Jeritan hati Asep seolah doa untuk meminta kepada dermawan agar mengabulkan permintaannya. Ya, segelas atau sedus susu untuk anak-anak korban gempa di Pangalengan.

(ema/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads