"Kami di sini tak punya air bersih, rumah kami hancur. Bahkan untuk buat tenda pun, awalnya para warga mencari sendiri-sendiri plastik yang bisa digunakan," ujar Yanto (40), salah satu warga kepada detikbandung, Jumat (4/9/2009).
Sementara itu menurut Ketua RT 05 Enjang Saepudin warganya baru menerima bantuan empat dus mie instan dan tenda tadi malam dari desa. "Belum ada bantuan apa-apa lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena kondisi rumah yang tak memungkinkan untuk ditinggali lagi serta masih trauma, warga akhirnya terpaksa tidur di tenda. "Mungkin karena angin malam yang dingin, kini banyak anak kecil dan orangtua yang sakit batuk pilek," ujar Enjang yang selama wawancara tak pernah berhenti batuk itu.
Sampai saat ini, kata dia, belum ada tim medis yang datang untuk periksa. "Saya khawatir dengan kesehatan warga," ujarnya cemas.
Enjang berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan, terutama air bersih dan makanan untuk bayi, serta selimut. "Warga kami benar-benar butuh bantuan," katanya.
(ern/ern)










































