Menurut Kadistarcip Kota Bandung Juniarso Ridwan, pengujian dilakukan kembali agar lebih meyakinkan dan mendapat data yang jelas seberapa parah kerusakan yang dialami. Untuk menghitung biaya kerugian, dilakukan oleh Seksi Teknik Bangunan Distarcip Kota Bandung.
"Kalau dinilai secara visual yang retak-retak itu tidak masalah, karena yang retak itu pasangan tembok, tapi untuk lebih meyakinkan kita menggunakan alat pengujian struktur dari lab teknik sipil ITB," kata Juniarso saat dihubungi melalui telepon selular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, menurut Juniarso warga yang menempati rusunawa tersebut masih mengalami trauma. "Warga masih trauma, tapi pengujian ini juga untuk meyakinkan mereka, sehingga nanti warga mendapat kejelasan," ujarnya.
Dari keterangan Juniarso, hasil pengujian akan didapatkan kurang lebih tiga hari dan akan segera disampaikan kepada warga.
Sebelumnya, ratusan penghuni rumah susun sewa (rusunawa) Cingised di Kelurahan Cisaranten Kecamatan Arcamanik, Kamis (3/9/2009) terpaksa tidur di tenda darurat dan mengungsi ke rumah kerabatnya. Akibat gempa yang terjadi, Rabu (2/9/2009). Bangunan rusunawa retak parah dan seorang anak perempuan luka di bagian kepalanya.
(avi/ema)











































