Dikatakan salah seorang pengungsi Sambas Asori (39), selama ini bantuan yang datang dan lebih banyak diterima warga pengungsi adalah obat-obatan serta mie instan. Sementara biskuit dan susu bayi masih dinilai kurang.
"Selama ini bayi hanya diberi makan biskuit, itu pun baru diterima tadi siang," kata Sambas saat ditemui di pengusian Cisalak, Kamis (3/9/2009). "Belum ada yang menerima bantuan susu untuk bayi," sambungnya. Jumlah bayi yang ada di pengungsian kurang lebih 100 bayi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa berikan susu instan atau kemasan saja, biar lebih mudah," usul Wawan.
Untuk MCK (Mandi, Cuci, Kakus) warga pengungsian memanfaatkan sumur yang berada di dekat pengungsian yang selamat dari longsoran batu pasca gempa yang mengguncang Jabar, Rabu (3/9/2009) kemarin.
Selain MCK, dapur umum yang diperuntukan untuk para pengungsi sudah mulai dibangun. Namun demikian, yang menjadi juru masak datang dari warga sendiri.
"Meskipun yang memasak tetap warga, saya kira dapur umum sangat membantu pengungsi, kita nggak mesti terus larut dalam kesedihan, setidaknya kita tetap bisa berusaha mandiri dengan memasak sendri," ujar Wawan. (ahy/lom)










































