137 Gardu di Jabar Milik PLN Rusak

Gempa 7,3 SR

137 Gardu di Jabar Milik PLN Rusak

- detikNews
Kamis, 03 Sep 2009 13:14 WIB
137 Gardu di Jabar Milik PLN Rusak
Bandung - Sebanyak 137 gardu milik PLN yang melayani 2.255 pelanggan terkena dampak gempa yang berpusat di 142 kilometer barat daya Tasikmalaya. Namun PLN belum bisa memastikan kerugian akibat kerusakan tersebut.

Dari 137 gardu tersebut, 77 gardu di wilayah APJ Majalaya, 3 gardu di APJ Cianjur, dan 57 di APJ Tasikmalaya. Namun lokasi yang terkena dampak gempa terdapat empat lokasi yaitu Tasikmalaya Garut, Majalaya termasuk Pangalengan, Cianjur dan Sukabumi.

Menurut Staff Deputi Manager Komunikasi PLN Agus Yuswanta untuk 77 gardu di Pangalengan ada komponen yang rusak karena gardu jatuh, di Cianjur sebanyak 5 tiang, empat gawang dan tiga gardu yang tertimbun di Kampung Rawa Hideung, Kampung Joglo, dan Kampung Caringin tertimbun longsor setinggi 20 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, di Ciamis gardu induk bergeser sampai 15 sentimeter. Begitupun di Tasikmalaya gardu rusak karena pergeseran tanah.

Menurut Agus, belum tercacat kerugian yang dialami PLN karena masih melakukan survey kerusakan

Agus memperkirakan paling lambat malam ini kondisi sudah bisa kembali normal. "Hari ini mulai dibenahi lagi. Kalau yang tertimbun longsor memang agak susah namun kita perbaiki satu per satu dengan kondisi material yang ada," ujarnya saat ditemui di Gedung PLN Jalan Cikapundung, Kamis (3/9/2009).

Pada saat kejadian menurut Agus secara otomatis PLN memadamkan listrik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk mempercepat normalnya jaringan yang terganggu, sebanyak 944 personel pos jaga PLN  diterjunkan di lima pos. "Untuk memudahkan pengoperasian tekhnis dan non tekhnis serta antisipasi bahaya akibat lisrik kita bagi dalam lima posko," kata Agus.

PLN juga sudah mempersiapkan sebanyak 107 genset dengan kapasitas 1-250 KVA yang disediakan di posko-posko agar tetap ada kehidupan meskipun gelap. "Dipriorotasan untuk posko PLN, rumah sakit, dan posko pengungsian," tambah Agus.

(ema/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini