Rusak Parah, Perpustakaan UPI Ditutup

Rusak Parah, Perpustakaan UPI Ditutup

- detikNews
Kamis, 03 Sep 2009 12:34 WIB
Rusak Parah, Perpustakaan UPI Ditutup
Bandung - Salah satu gedung yang mengalami kerusakan parah di UPI adalah perpustakaan dan UPInet yang masih dalam satu gedung. Akibat kerusakan tersebut dan dikhawatirkan ada bagian yang rubuh, perpustakaan dan UPInet di tutup sementara, Kamis (3/9/2009).

Menurut Kepala Perpustakaan UPI Yooke Tjuparmah perpustakaan ditutup karena kondisi yang tidak memungkinkan. "Karena ada tiang penyangga yang keadaannnya sudah mengkhawatirkan dan ditakutkan akan rubuh sehingga pelayanan perpustakaan untuk sementara kami tutup," ujarnya.

Pantauan detikbandung tiang penyangga di lantai empat keadaanya sudah retak dengan dan miring. Di lantai tersebut sembilan ruang kelas yang dipergunakan untuk latihan bahasa Jepang dalam keadaan rusak parah. Plafon ruang kelas jatuh menimpa bangku dan berserakan di seisi kelas.

Sepertinya saat gempa terjadi masih ada mahasiswa yang belajar. Hal itu terlihat dari buku-buku yang masih tergeletak di atas meja lengkap dengan alat tulis masih berserakan di ruang kelas tersebut. Bahkan di salah satu ruang kelas terdapat sebuah tape yang hancur berantakan.

Di ruang Indonesiana dan Upiana sebagai tempat penyimpanan buku kuno Indonesia, tampak lemarinya jatuh sehingga buku-buku antik yang menjadi koleksi UPI berserakan di lantai.

"Bisa dibayangkan paniknya para mahasiswa yang sedang belajar," tutur Yooke.

Menurut Yooke, saat kejadian ada 500 orang yang sedang belajar di lantai empat dan 500 lainnya sedang membaca di lantai 2 dan 3.

Yooke belum bisa memprediksi sampai kapan penutupan akan dilakukan karena proses renovasi diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.

"Untuk mengevakuasi tembok yang miring itu saja butuh waktu berapa lama jadi saya belum bisa memprediksi sampai kapan perpustakaan tutup," ujarnya.

Penutupan ini diakui Yooke memang merugikan sebagian besar mahasiswa apalagi yang membutuhkan buku atau referensi lainnya untuk mengerjakan tugas. Dengan kejadian seperti ini para dosen kemungkinan akan mengerti.

"Mungkin dosen juga tidak akan marah terlambat mengerjakan tugas karena ini namanya juga bencana," ujar Yooke.

Dengan adanya penutupan ini mahasiswa yang terlambat juga tidak akan dikenai denda. Namun untuk kebutuhan mendesak misalnya untuk mahasiswa psca sarjana akan dilayani secara khusus.

Perpustakaan biasa buka sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Pengunjung rata-rata berjumlah 1500-2500 setiap harinya.

Total kerugian akibat kerusakan tersebut juga belum diketahui karena Yooke mengaku dirinya hanya pengguna fasilitas UPI. Kewenangan untuk mengkalkulasikan kerugian ada di rektorat.

Terkait dengan renovasi, Yooke menuturkan tidak akan ada evakuasi karena lebih sulit. Untuk melindungi, buku hanya akan dilapisi dengan kertas. Di perpustakaan ini menyimpan 110 eksemplar buku dengan 5.800 judul.

Puluhan mahasiswa tampak berkumpul di depan gedung perpustakaan karena akhirnya melihat tanda tutup dan selembar surat pemberitahuan yang menyatakan 'gedung perpustakaan ditutup sementara sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut karena kondisi gedung perpustakaan dalam keadaan darurat dan mengkhawatirkan', demikian potongan surat pernyataan tersebut. (ema/ern)


Berita Terkait