Suasana memilukan ini terlihat di ruang kebidanan dan kandungan yang difungsikan untuk merawat para korban gempa. Di dalam ruangan ini, terdapat sekitar 20 pasien yang dirawat, serta puluhan anggota keluarga yang menunggu.
Tidak jarang suara rintihan pasien juga tangis anggota keluarga terdengar. Namun ada juga wajah-wajah pasrah yang ikhlas menerima musibah yang dialaminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya waktu itu menyelamatkan diri keluar dari rumah, tetapi waktu diluar saya tertimpa tembok tepat di dada," tutur Wahyudin. Ia sempat dibawa ke Puskesmas setempat, tetapi karena penuh oleh pasien, ia pun langsung dibawa ke RS Al Ihsan.
Sementara itu Imah Mugnia (14) warga kampung Bokatanah Desa Cikembang Kecamatan Kartasari Kabupaten Bandung, adalah korban yang tertimpa dinding bangunan di sebelah sekolahnya.
Saat gempa ia sedang berada di SMP Yayasan Al Fatah. Meski berada di luar ruang kelas, ternyata belum aman untuk Imah dan dua rekannya. Mereka malah tertimpa tembok bagunan di samping sekolah. Imah kemudian dibawa ke RS Al Ihsan, sementara dua rekannya dibawa ke RSHS.
"Hampir seluruh kampung kami hancur. Salah satunya tempat sekolah anak saya, dia tertimpa reruntuhan rumah di samping sekolahnya," tutur ibu Imah.
(lom/lom)










































