Meski angin cukup besar dan hawa dingin menusuk kulit, sekitar pukul 23.00 WIB, puluhan warga terlihat berkumpul di tengah lapangan yang sekelilingnya ada lima blok bangunan rusunawa. Setiap blok terdiri dari empat lantai. Baru blok 1 dan 2 yang sudah dihuni dengan jumlah KK sekitar 180 keluarga.
Dari pantauan detikbandung, di lapangan berdiri dua tenda pleton besar berwarna hijau. Namun sebagian warga masih belum masuk ke dalam tenda, merekaย memilih berkumpul di sekitar tenda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat gempa terjadi, Tita mengaku sedang memasak. Dia langsung menggendong anaknya yg sedang bermain dan langsung turun menuju tangga.
"Tapi susah sekali menuju tangga, badan ini kaya diombang ambing. Dari mulai gempa hingga selesai saya baru sampai tangga menuju lantai 2," ujarnya yang mengaku trauma.
Sementara itu Firly Okta Mardiana (12), putri kedua Dadi Hendrawan (41), saat kejadian dia tengah terlelap tidur di kamarnya. Rumah Dadi berada di lantai 4 blok 2.
"Saya dibangunin bapak pas gempa, trus diajak turun. Baru aja mau ke tangga ke lantai tiga, ada bata yang ambruk dari atas dan kena kepala saya," ujarnya.
Akibatnya kepala bagian sebelah kanan Firly terpaksa dijahit dua jahitan. "Sampai sekarang masih kerasa nyut-nyutan," katanya.
(ern/ahy)











































