Pantauan detikbandung, Rabu (2/9/2009) saat ini sebagian besar karyawan ada yang masih duduk-duduk di halaman BRI tower sebelum memutuskan untuk pulang. Beberapa diantaranya belum berani pulang karena takut gempa susulan dan takut terjebak macet.
Salah seorang karyawan BRI Tower Sofyan Nugraha menuturkan saat terjadi gempa dirinya ada di lantai dasar dan kaget melihat dinding yang ada di sebelahnya tiba-tiba retak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa saat kemudian, seluruh karyawan langsung berhamburan keluar dan memutuskan untuk pulang. Petugas keamanan gedung pun langsung melakukan penguncian setelah gedung kosong.
Sofyan mengaku masih merasa berdebar-debar karena getaran gempa sangat besar. "Mungkin tidak lama lagi saya akan segera pulang untuk melihat keadaan di rumah karena belum tahu keadaan anak istri," ujarnya.
Penuturan senada datang dari Rani Hendriastuti, karyawan Telkom yang berada di lantai 7 BRI Tower. Dia mengaku saat terjadi gempa dirinya panik tapi masih sempat beres-beres peralatan di atas meja.
Pada saat terjadi gempa dia tidak menemukan tembok yang retak atau kaca yang pecah. "Saya hanya melihat kipas angin yang menempel di dinding retak," ungkap Rani.
Selepas itu, Rani dan 20 karyawan lainnya di ruangan lantai 7 langsung turun dengan menggunakan tangga darurat. "Pada saat turun lift masih menyala tapi takut menggunakan karena takut listrik mati," ujarnya.
Rani menambahkan dia dan teman-temannya sudah sedikit lega karena tidak terjadi gempa susulan walaupun saat turun tangga getaran cukup menakutkan.
Rani menambahkan dia diperintahkan atasannya untuk pulang. Sedangkan untuk besok belum ada konfirmasi apakah masuk atau tidak.
(ema/ern)










































