50 Kali Terjaring Razia, Resta Tak Jera

50 Kali Terjaring Razia, Resta Tak Jera

Baban Gandapurnama - detikNews
Minggu, 30 Agu 2009 09:01 WIB
50 Kali Terjaring Razia, Resta Tak Jera
Bandung -

Bagi Resta (25) terjaring razia ialah urusan biasa. Sudah delapan tahun menjajakan diri, puluhan kali pula dirinya digiring ke kantor polisi. Ibu dua anak ini pun mengaku tidak jera.

"Saya nggak kapok. Kalau kena razia sudah sering, nggak kehitung. Ya, kalau diingat lebih 50 kali," ujar pemilik rambut sebahu ini.

Di bulan Ramadan, dirinya tetap nekad memburu lelaki hidung belang di jalanan. Resta tergelincir menjadi pekerja seks komersil (PSK) karena himpitan ekonomi. Saat ini dua anaknya yang berusia balita harus jadi tanggungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya putus sekolah sejak SD. Keahlian atau bakat lainnya nggak punya. Kerja begini terpaksa karena butuh duit untuk biayai anak. Coba kalau punya suami," ujar Resta yang tinggal kos di salah satu kawasan padat penduduk di Bandung.

Resta merupakan salah satu PSK yang terjaring Operasi Cipta Kondisi yang digelar Polsek Sumur Bandung, Sabtu (29/8/2009) dini hari.

"Operasi ini sebagai upaya untuk tetap menjaga kondusifitas Kota Bandung saat bulan puasa," ujar Kapolresta Bandung Tengah AKBP IW Supartha didampingi Kapolsek Sumur Bandung AKP Irfan Nugraha kepada wartawan, Minggu (30/8/2009).

Selama sepekan puasa, jajaran Polsek Sumur Bandung berhasil menjaring puluhan PSK, preman, gelandangan pengemis (gepeng) dan menyita ratusan botol minuman keras (miras) beragam merek.

"Dari hasil sepekan Ramadan ini, terjaring preman dan gepeng sebanyak 60 orang, PSK ada 43 orang. Selain itu, disita juga minuman keras berbagi merek sebanyak 400 botol," jelas Supartha.

Supartha mengatakan razia dilaksanakan di sejumlah kawasan di Kota Bandung, seperti Jalan Sunda, Jalan Asia Afrika, Jalan ABC, Jalan Suniaraja dan Jalan Oto Iskandardinata. Mereka yang terjaring hanya dikenakan tipiring dan para gepeng diserahkan ke dinas sosial.

(bbp/bbp)


Berita Terkait