"Hari senin kemarin kita mulai kehabisan air. Kebanyakan disini menggunakan sumur biasa. Kalau yang pakai Jetpam masih ada, mungkin kesedot ke sana. Kalau saya sudah kehabisan air, saya minta sama tetangga yang masih punya air," ujar Heni (37), warga Rt 01 Rw 02 Karang Arum saat di jumpai di depan rumahnya.
Begitu pula dengan Lagimin (60) salah seorang warga Rt 04 Rw 10 Karang Layung Dalam. Menurut dia sumur miliknya pun mengalami kekeringan. Namun sukurlah kadang saat malam, air sumur menjadi ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, kata dia, keluarganya terpaksa membeli air bersih keliling yang dijual sekitar Rp 1.250 hingga Rp 1.500 per jerigen. Setiap jerigen isinya 20 liter.
"Kalau sekarang sih sering beli, warga lainnya juga banyak yang beli. Soalnya tidak enak juga kalau minta terus menerus," tuturnya. Jumlah penduduk di Karang Arum sekitar 200 KK, sedangkan di Karang Layung sekitar 300 KK.
(ern/ern)










































