Guru Agama SMP Pasundan 7 Rosnida (48) memang dikenal cukup keras dan disiplin. Meski terkadang mengeluarkan umpatan yang buat sakit hati para muridnya, namun selama ini dia tak pernah melakukan metode pengajaran yang ekstrem seperti yang dilakukannya kemarin, yaitu menyulut muridnya dengan korek api.
"Memang Bu Rosnida cukup keras, ngajarnya disiplin dan kita disuruh harus serius. Tapi selama saya diajar sejak kelas 8, baru kali ini dia melakukan praktik yang kaya gitu, nyalain korek api dan didekatkan sama kita-kita," ujar Siti Nurjannah, salah seorang murid kelas 9 SMP Pasundan 7 Bandung, saat ditemui di sekolahnya, Rabu (26/8/2009).
Sementara itu siswa lainnya, Yeni Supriani (14) mengatakan selain keras dan disiplin saat mengajar, Rosnida pun seringkali mengeluarkan umpatan kepada muridnya jika sedang marah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Sekolah SMP Pasundan 7 Erik Sudeni mengatakan metode pengajaran seperti ini memang baru dilakukan oleh Rosnida. "Saya menyayangkan insiden kemarin. Tidak dibenarkan mengajar dengan cara seperti itu," ujarnya.
Sekitar pukul 08.00 WIB Selasa kemarin (25/8/2009) saat pelajaran agama, Rosnida menjelaskan mengenai panasnya api neraka berlipat-lipat dibandingkan dengan panasnya api di dunia. Kemudian dia menyalakan korek api dan mendekatkan ke tangan semua murid perempuan, sementara laki-laki hanya sebagian.
Praktik nyeleneh sang guru tersebut memakan korban. Tantri Agustriani (14) mengalami sedikit luka bakar di pipi bagian kirinya.
(ern/ern)











































