Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar mengingatkan pada da'i di Jabar agar tidak perlu takut jika rencana kepolisian untuk mengawasi isi ceramah benar-benar dilakukan.
Sekretaris Umum MUI Jabar Rafani Achyar menyatakan ulama jangan sampai terganggu dan harus terus menjalankan dakwahnya.
"Para ulama jangan sampai kendur. Tapi kan ini masih rencana apa benar diawasi atau tidak. Tapi kalau benar diawasi jangan takut," ujarnya saat ditemui detikbandung di kantor MUI Jabar Jalan Martadinata, Senin (24/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya khawatir jika rencana ini dilakukan justru akan ada stigma dari masyarakat tentang Islam. "Stigma itu nantinya akan mengatakan teoris itu dari Islam atau disimpulkan Islam teroris," paparnya.
Langkah-langkah seperti ini, menurut Rafani seperti gaya orde baru. "Kalau benar-benar terjadi akan mengakibatkan ketidakharmonisan antara umat dan pemerintah, tentu saja secara psikologis sekarang pun para da'i atau para ulama kikuk jika diawasi," ungkapnya.
Rafani pun meminta pemerintah menjelaskan kembali mengenai dakwah provokasi. "Saat ini kalau ulama memprovokasi tapi nilainya positif itu boleh-boleh saja, misalnya ketika saat ini ada orang masih bolong-bolong puasa ulama boleh memprovokasi supaya puasanya penuh," tambahnya.
(ema/ern)










































