Kesal dengan ulah sejumlah SMS yang mengimingi beragam hadiah, membuat amarah TPG (12) tak terkendali. Ini pula menjadi asal muasal yang berujung teror bom ke RSHS Bandung.
Hal tersebut diungkapkan Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Imam Budi supeno kepada wartawan, Sabtu (22/8/200). Menurut Imam, SMS yang dikirim TPG tersebut sama sekali bukan maksud ditujukan secara sengaja ke RSHS.
"Tidak ada motif apapun. Jadi awalnya dia kesal dengan SMS yang diterimanya dari beberapa nomor handphone tak dikenal. Kebanyakan SMS itu merupakan imimg-iming berupa ragam hadiah. Nah, bocah ini sudah tahu kalau itu hanya penipuan," jelas Imam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, kata Imam, bocah lelaki tersebut mengirim SMS dengan isi ancaman teror bom. Namun, TGP tak mengetahui kalau SMS itu diterima pihak RSHS.
Kenapa tiba-tiba TPG memiliki nomor telepon RSHS?
"Nah, rupanya ibu si bocah itu merupakan pasien rawat jalan RSHS. Sepertinya pihak RSHS pernah menghubungi ibunya. Namun nomornya tidak disimpan dengan format nama. Sementara ibunya tidak begitu mengerti soal cara mengoperasikan handphone," jelas Imam. (bbp/bbp)











































