Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Imam Budi Supeno menyatakan kasus teror bom RSHS Bandung tidak ada kaitannya dengan terorisme di Indonesia. Aksi bocah berinisial TPG (12) itu dilakukan karena tidak sengaja.
"Penangkapan serta kasus yang dibuat bocah ini tidak ada kaitannya dengan aksi teroris di Jakarta," jelas Imam di Mapolwiltabes Bandung, Sabtu (22/8/2009).
Menurut Imam, bocah yang masih duduk dibangku kelas satu SMP di Tasikmalaya itu, diketahui tidak bermaksud menyampaikan SMS teror bom ke RSHS Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TPG ditangkap jajaran Satreskrim Polwiltabes Bandung di rumah orangtuanya di Tasikmalaya, Jumat (21/8/2009) malam.
Sebelumnya, RSHS mendapat ancaman bom yang disampaikan melalui SMS online services rumah sakit. Ancaman teror ini baru diketahui oleh pihak rumah sakit pada pukul 07.00 WIB, Selasa (18/8/2009). Padahal dari isi SMS tersebut, dikatakan bom akan diledakan pada pukul 23.00 WIB, Senin malam (17/8/2009). (bbp/bbp)











































