Gubernur Jabar Ahmad Heryawan akan meningkatkan pengamanan di Gedung Pakuan untuk mencegah penyusupan aksi teroris. Termasuk pada Ramadan ini, pihaknya mengaku akan lebih selektif dalam memonitor keluar masuknya orang di gedung tersebut. Open house dengan masyarakat pun sementara tidak akan digelar.
"Bukan kita berprasangka buruk, namun mengingat Gedung Pakuan adalah inventaris negara. Sudah sepatutnya kita menjaganya dari hal-hal yang tidak diinginkan, tutur Heryawan kepada wartawan usai shalat tarawih malam pertama di mushola Gedung Pakuan, Jumat (21/8/2009).
Salah satu bentuk peningkatan keamanan tersebut adalah ditiadakannya open house yang biasanya sering diselenggarakan berbarengan dengan tarawih di Gedung Pakuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Heryawan mencontohkan di Amerika, untuk sebuah open house pemeriksaan tamu yang datang pun berlangsung sangat ketat.
"Ini contoh yang patut ditiru, semua tamu diperiksa. Nanti kalau kita kendurkan ada orang yang membawa tas besar-besar tanpa tahu isinya, kita bisa repot jika terjadi hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
(dip/bbp)











































