"Kami siap di transparansi dana sekitar pertengahan September setelah semua fasilitas untuk mahasiswa baru sudah diberikan semua. Kami akan transparansikan melalui web Dema," ujar Ketua Panitia OPAK yang juga anggota Dema (Dewan Mahasiswa) Jatnika kepada detikbandung di Kampus UIN Jalan AH Nasution, Kamis (20/8/2009).
Menurut Jatnika tidak ada sedikit pun unsur korupsi dalam penyelenggaraan OPAK 17-20 Agustus 2009. Biaya yang dibebankan kepada mahasiswa baru sebesar Rp 150 ribu dikatakan Jatnika telah sesuai peruntukkannya yaitu untuk perlengkapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pembentukan Dema yang dinilai tidak demokratis, dikatakan Jatnika hal itu sudah sesuai dengan keputusan dari Departemen Agama. "Itu sudah keputusan dari Dirjen Pendidikan Islam, sudah ditentukan kalau yang memilih itu adalah senat," kata Jatnika.
Sementara itu, Pembantu Rektor III UIN Endin Nasrudin menuturkan pembahasan seputar Dema akan dilakukan pada tanggal 12 September 2009 mendatang. "Kita nantikan rundingkan tanggal 12 September, akan ada audiensi," ujar Endin. (tya/ern)











































