Dinilai Tak Transparan, Dewan Mahasiswa UIN Bandung Didemo

Dinilai Tak Transparan, Dewan Mahasiswa UIN Bandung Didemo

- detikNews
Kamis, 20 Agu 2009 13:07 WIB
Dinilai Tak Transparan, Dewan Mahasiswa UIN Bandung Didemo
Bandung - Sekitar 150 orang mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penyelamat Kampus (Ampeka) Universitas Islam Negeri (UIN) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat UIN Bandung, Jalan AH Nasution, Kamis (20/8/2009). Mereka menuntut kegiatan OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik) dievaluasi yang diselenggarakan oleh Dema (Dewan Mahasiswa UIN).

"Penyelenggaraan OPAK masih carut marut. Dema tidak berjalan, juga kegiatannya tidak islami," kata koordinator aksi, Muhamad Mulki kepada detikbandung yang ditemui diselasela aksi, Kamis (20/8/2009).

Selain itu mereka menginginkan rektorat untuk membuat UU yang mengatur Dema, termasuk transparansi penggunaan dana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut kami Dema telah melampaui batas, dan pemilihannya tidak demokratis karena hanya dipilih oleh senat-senat saja, tidak oleh mahasiswa. Itu disebabkan UU dari rektorat yang tidak demokratis," sambungnya.

Dikatakan Mulki, pelaksanaan OPAK pada tahun lalu juga tidak ada transparansi penggunaan dana. Begitu juga dengan penggunaan dana DEMA untuk kegiatan lainnya.

"Saya berharap rektorat akan secepatnya membuat UU tentang Dema," ujarnya.

Mereka mengancam bila tidak ada respon dari Dema atau rektorat, maka mereka akan menggelar aksi demonstrasi yang lebih besar. Aksi seperti ini sudah mereka lakukan sejak kemarin, Rabu (19/8/2009).

Dalam aksinya mereka membawa sejumlah spanduk, poster dan bendera organisasi dengan menggunakan jas almamater. Demonstran perempuan kebanyakan memakai penutup mulut dari syal atau kain berwarna putih.

Selain Ampeka, sekitar 20 orang dari Aliansi Mahasiswa Pencinta UIN yang juga anggota PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) cabang Kabupaten Bandung juga mendemo Dema. Dengan tuntutan yang sama yaitu transparansi penggunaan dana Dema, mereka menuntut percepatan pergantian ketua Dema karena masa jabatan sudah berakhir.

"Sekarang di Kampus UIN Bandung mengadakan OPAK dengan besar biaya Rp 150 ribu, tapi realisasinya entah kemana karena selama ini Dema tidak transparasi dana," kata Jalal yang merupakan koordinator lapangan. (tya/ern)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads