"Para pengusana mikro kecil dan menengah merupakan katup penyelamat perekonomian nasional dan daerah, maka sudah sepantasnya mereka harus lebih diperhatikan. Perhatian perbankan kepada UMKM dengan memberikan pembiayaan dan pendampingan sangat diperlukan untuk kemajuan perekonomian kita," ujar Heryaawan saat meresmikan Kantor Cabang Induk BRI Syariah Bandung di jalan Citarum Kota Bandung, Kamis (20/08/2009).
Lebih lanjut dalam rilis yang diterima detikbandung, ia menegaskan harus diubah pradigma pengusaha kecil dari tidak bankable menjadi bankable.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heryawan juga berharap bank bisa bermitra dengan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang profesional untuk penyaluran kredit kepada para pengusaha kecil dengan amanah.
"Perlunya pendamping yang sudah profesional dan menyatu jiwanya dengan pengembangan ekonomi kerakyatan akan memudahkan perbankan menyalurkan kreditnya ke pengusaha kecil," katanya.
Sementara itu menurut Direktur Utama BRI Syariah Fence Raharjo, pihaknya akan bermitra dengan BPRS dan BMT yang tersebar di Jawa Barat untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Data dari BI Cabang Bandung, total aset perbankan syariah di Jawa Barat sebesar Rp 7,84 triliun dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 3,5 triliun.
(ern/ern)











































