Hal itu disampaikan Asisten Pengamanan Kepala Staff Angkatan Darat (Aspam KSAD) Mayjen TNI Hendarji Soepandji saat pengarahan kepada 700 perwira dan bintara tentang pengarahan anatomi teroris di jajaran Kodam III Siliwangi, di Aula Datasemen Markas, Jalan Belitung, Rabu (19/8/2009).
"Babinsa merupakan ujung tombak pengumpulan informasi yang ada di masyarakat," kata Hendarji di hadapan peserta pengarahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pengarahannya, Hendarji mengatakan perlu adanya koordinasi dengan aparat kewilayahan dari mulai tingkat RT sampai dengan kelurahan agar dapat mengantisipasi informasi ancaman teror sejak dini.
"Kalaupun terkendala jarak tempuh atau medan berat hal itu tidak dijadikan alasan dalam pengumpulan informasi Babinsa terkait adanya aktifitas-aktifitas mencurigakan yang ada di masyarakat," katanya. Hadir pula dalam pengarahan tersebut Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary.
(ahy/ern)










































