Menjelang bulan ramadan pada 22 Agustus 2009, harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Bandung mulai merangkak naik. Kenaikan harga masih di bawah 10 persen.
Hal itu terungkap saat sidak Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ke dua pasar tradisional di Bandung yaitu Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana, Selasa (18/8/2009).
"Dari pantauan saya tadi, harga sembako mengalami kenaikan, namun masih di bawah 10 persen. Seperti daging sapi naik 2 persen, daging ayam naik 8 persen. Saya harap harganya tetap stabil terus hingga bulan puasa nanti," katanya di sela-sela sidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan cukup besar juga dialami oleh ketimun, dari Rp 2.500 per kg, sudah seminggu ini menjadi Rp 4 ribu per kg.
Pantauan detikbandung di dua pasar tersebut, harga daging ayam negeri saat ini Rp 24 ribu dari tiga hari sebelumnya Rp 22 ribu. Daging sapi Rp 58 ribu dari sebelumnya Rp 56 ribu per kg. Sementara untuk harga telur masih stabil Rp 14 ribu per kg.
Stok Beras Aman
Sementara itu untuk stok beras selama bulan puasa dan lebaran nanti, menurut gubernur aman. "Untuk stok beras aman hingga tahun depan, kalau pun harganya naik karena permintaan bertambah sementara suplai tetap," katanya.
Hal itu diamini oleh Kepala Divisi Regional Bulog Jabar A Fariedh. Menurutnya stok beras di Jabar saat ini sebanyak 368 ton. "Itu untuk persediaan 8 bulan ke depan," katanya.
Harga beras di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana, yang termurah Rp 5 ribu dan termahal Rp 6.500 per kg. (bbp/ern)










































