Hingga hari kedua sejak Yogie hanyut, belum ada Tim SAR yang melakukan pencarian mahasiswa ITB Jurusan Teknik Geologi angkatan 2006 tersebut. Senin siang (17/8/2009), baru ada tim SAR dari Wanadri yang tiba. Sementara tim SAR Jabar dan juga dari TNI AL, belum diketahui kabarnya.
Hal itu disampaikan penanggung jawab informasi hilangnya Yogie, Roynadus F Sijabat, usai doa bersama yang digelar untuk Yogie di Gedung Geologi ITB, Jalan Ganesa.
"Dari tim yang ada di lapangan dikabarkan jika saat kemarin pencarian masih dilakukan oleh para nelayan dan self guard pantai dengan peralatan seadanya. Kata jetski yang dipakai pencarian pun rusak," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, lanjut Roy, pencarian Yogie hari ini oleh tim SAR Wanadri tak maksimal karena terbatasnya waktu. "Jadi kemungkinan pencarian besar-besaran baru bisa dilakukan besok," katanya.
Setelah mengirimkan lima orang dari himpunan ke Pangandaran, hari ini akan menyusul tujuh orang dari Himpunan Mahasiswa Geologi ITB. "Mereka ke sana untuk membantu pencarian Yogie. Mudah-mudahan teman kami itu cepat ditemukan," katanya.
Ditanya apakah keluarga korban sudah mengetahui kabar ini, Roy menyatakan orangtua Yogie dari Riau sudah ada di Pangandaran sejak Minggu malam.
Yogie bersama enam mahasiswa ITB lainnya pergi ke Pangandaran dalam rangka liburan. Mereka tiba Sabtu sore (15/8/2009), sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah mendapatkan penginapan, Yogie dan teman-temannya berenang sekitar pukul 17.30 WIB.
Yogie dan Bagus, salah satu temannya, dihantam ombak. Bagus bisa diselamatkan sementara Yogie hingga saat ini masih belum ditemukan.
(ern/bbp)











































