Apresiasi sosok kepahlawanan Munir mereka tunjukan dalam gelaran bertema 'Desire for Justickan, A Tribute Moment for Munir' yang berlangsung sejak Kamis (13/8/2009) dan berakhir Sabtu (15/8/2009) malam kemarin di pelataran Eplex Mal Parijs Van Java.
Menurut Ketua Panitia acara Husni K Effendi, acara yang digelar pihaknya merupakan wujud dalam memberikan dukungan sekaligus kampanye bagi pengadilan kasus Munir yang hingga saat ini dinilainya tidak jelas jalan ceritanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengadakan acara ini dalam momen kemerdekaan RI ke-64, yang sarat dengan nuansa kepahlawanan, kami mengangkat Munir, karna bagi kami Munir juga seorang pahlawan. Dia telah membantu dan memperjuangkan hak orang banyak," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu (15/8/2009).
"Memang tidak sama dengan pahlawan yang berjuang melawan penjajah. Tapi dia juga sangat berjasa," sambungnya.
Malam puncak acara tersebut dihadiri sedikitnya 500 penonton yang didominasi kaum muda. Meski keterbatasan kursi penonton tak sungkan untuk duduk dilantai sambil menikmati lantunan musisi-musisi lokal jalur independent, seperti Kelompok Belajar (Kober) Band, Rumah Musik Harry Roesli (RMHR), D-Army, Evil Sick, Ghettorude, Bandung Breakers dan sejumlah penampil dari Bandung Hiphop Community. (ahy/ahy)











































