Pertunjukan ini diadakan untuk memperingati HUT RI ke-64. Hasil kerjasama antara Deputi Menteri Negara BUMN Agus Pakpahan dan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Jawa Barat Nina Herlina Lubis yang didukung oleh seniman praktisi dan akademisi STSI dan SMKI.
Menurut Nina Herlina Lubis atau yang akrab disapa Nina Lubis, pagelaran teater ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Bandung dan Indonesia untuk lebih memahami kisah sejarah bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nina.
Judul 'Prawira Tatar Ukur' diambil karena pagelaran ini berkisah tentang 'pahlawan Bandung, Dipati Ukur.
Dipati Ukur, ujar Nina, adalah seorang yang loyal menjalankan perintah atasan. Dan yang lebih penting lagi adalah ketika sang atasan lalim, Dipati Ukur tidak lantas lari atau memberontak, namun memilih menghindar sekalipun harus ditebus dengan nyawanya.
"Inilah yang menjadikan sosoknya sangat patut untuk dijadikan suri teladan," seloroh Nina.
Nina menegaskan bahwa konser ini bukanlah suatu pagelaran untuk membuka lama konflik lama antara etnis Sunda dan Jawa, namun lebih mengarah pada pelajaran agar bangsa Indonesia bersatu.
"Sekarang nampaknya masyarakat Indonesia cenderung individualis dan masih sedikit terbawa dendam sejarah, maka dari itu kami berharap dengan diselenggarakannya acara ini nilai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia tertata kembali menuju Indonesia yang lebih baik," tandas Nina.
(dip/ema)











































