"Penambahan 11 gerbong kereta itu dilakukan karena sudah mulai ada lonjakan penumpang," kata Kahumas PT KA Daop 2 Bandung Bambang S Prayitno saat dihubungi wartawan via ponselnya, Jumat (14/8/2009).
Bambang menambahkan, tambahan tersebut terdiri dari 10 gerbong untuk kelas eksekutif dan 1 untuk kelas bisnis. Menurutnya, okupansi penumpang saat liburan Agustusan ini rata-rata meningkat di atas 100 persen. Kalau hari biasa hanya 60 hingga 80 persen.
"Tadi pagi saja, misalnya, untuk KA Argo Wilis mencapi 159 persen. Sementara KA Lodaya Pagi mencapai 104 persen. Jadi rata-rata kenaikan jumlah penumpang itu 20 hingga 25 persen," jelas Bambang.
Penambahan tersebut untuk pemberangkatan kereta api ke arah timur seperti Surabaya, Semarang dan Yogyakarta. Bambang menjelaskan yang
bertambah ini yaitu KA Argo Wilis menjadi 5 kelas eksekutif dari semula 4, KA Lodaya Pagi menjadit 3 kelas eksekutif yang sebelumnya hanya 2.
Kemudian KA Lodaya Malam yang sebelumnya 2 kelas eksekutif menjadi 6, untuk KA Turangga bertambah menjadi 9 kelas eksekutif dari awalnya 6.
Sementara KA Harina menjadi 5 kelas eksekutif dari semula 4.
"Kalau kelas bisnis yang bertambah hanya satu ialah untuk KA Mutiara Selatan," terang Bambang.
(bbp/ern)











































