Masyarakat Bandung ramai-ramai mengantre untuk mendapatkan uang pecahan Rp 2 ribu di salah satu stand di Gedung bank Indonesia (BI). Mereka rela mengantre panjang demi mendapatkan uang kertas baru yang didominasi warna abu-abu itu.
Saidah (17) mengaku baru melihat uang pecahan RP 2 ribu itu. Dirinya 10 menit mengantre untuk mendapatkan uang kertas baru bergambar Pangeran Antasari dan bagian belakang terdapat gambar Tarian Adat Dayak. Siswa SMKN 1 Bandung itu pun merasa senang.
"Duitnya lucu dan unik. Seperti bukan beneran," kata Saidah saat mengunjungi safari bazzar KUKM 2009 Perbankkan Jabar yang digelar di Gedung Bank Indonesia, Bandung, Kamis (13/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dirinya mesti kecewa, sebab uang baru tersebut tidak sesuai harapan. "Tadi saya hanya dijatah 10 lembar uang Rp 2 ribu yang baru. Sisanya uang lama yang kondisinya baru," jelas Yani yang tadi menukarkan uang sebanyak Rp 200 ribu.
Menurut petugas penukaran di stand BI, Tri Septiadi, masyarakat begitu antusias untuk mendapatkan uang baru tersebut. Mereka, kata Tri, rela mengantre. Bahkan uang kertas baru itu ludes dalam waktu dua jam.Β
"Sejak dibuka kemarin stand ini menyedot perharian masyarakat. Mereka ingin menukarkan uang lama dengan uang Rp 2 ribu yang baru. Kemarin buka jam satu siang, lalu jam 2 siang sudah habis," kata Tri yang saat kemarin menyiapkan Rp 6 juta untuk pecahan uang 2 ribu baru dan Rp 6 juta untuk pecahan Rp 5O ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 5 ribu.
"Kalau hari ini masih disipakan Rp 6 juta untuk pecahan uang 2 ribu yang baru. Tapi tiap orang yang mau tukar dibatasi 10 lembar," jelasnya.
(bbp/ern)











































