"Demamnya sudah reda walaupun pasien masih menderita sesak dan batuk selama perawatan," kata Anggraeni saat dihubungi detikbandung, Kamis (13/8/2009).
Ia menambahkan, untuk sample lendir dan darah pasien K pihaknya telah mengirimkan ke Litbangkes Jakarta untuk diteliti apakah K positif terjangkit flu babi.
"Kita tunggu saja hasilnya dari Litbangkes, dokter berharap tidak terjadi apa-apa untuk pasien," ujar dokter yang akrab disapa Anggi.
Pasien K, imbuhnya, tidak menggunakan alat bantu pernafasan dalam penanganannya. "Tidak seperti yang kemarin dirawat dimana pasien memerlukan ventilator dalam penaganganannya," katanya.
"Tekanan darahnya juga stabil," sambung Anggi seraya menambahkan hasil sample dari suspect S (4) yang sempat dirawat dan meninggal Selasa (11/8/2009) malam, belum sampai ke pihaknya.
K menjadi pasien suspect virus influanza A H1N1 atau flu babi ke-18 yang dirawat Ruang Isolasi Flamboyan RSHS. K dirujuk ke RSHS oleh sebuah rumah sakit swasta di Bandung pukul 13.45 WIB, Rabu (12/8/2009).
Pasien masuk disertai keterangan suspect H1N1 dengan komplikasi radang paru-paru dari rumah sakit swasta yang merujuknya. Anggota tim penanganan penyakit inspeksi khusus Primal Sudjana mengatakan, K tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif flu babi atau dibawa pergi ke daerah atau negara pandemi.
(ahy/bbp)











































