Hal tersebut diungkapkan dr Dadang Hudaya, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, yang merawat S selama dirawat di RS Hermina.
"Sewaktu di Hermina ditimbang beratnya hanya 11 kilogram, itu kan kecil untuk usia segitu. Bisa dibilang gizi buruk," ujar Dadang kepada wartawan saat konfernsi pers di RSHS, Jalan Pasteur, Selasa (11/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan keterangan radang paru-paru, Dadang pun melakukan foto rongent pada paru-paru S. "Ketika melihat hasil foto ulang dengan foto sebelumnya dari rumah sakit sebelumnya hasilnya jauh memburuk," jelasnya.
Karena melihat hasil foto rongent dan kondisi yang semakin memburuk, Dadang mengaku baru terpikir akan kemungkinan S terkena virus H5N1 atau flu burung.
"Waktu itu belum terpikir sampai kesana (suspect-red). Tapi melihat kondisi menurun yang progresif baru dirujuk ke RSHS. Meskipun tidak ada kontak dengan unggas," paparnya.
S, yang dinyatakan pihak RSHS sebagai suspect virus H1N1 atau flu babi ini, Senin (10/8/2009) meninggal dunia pukul 19.00 WIB. Ketika dibawa ke kamar mayat RSHS, jenazah S dimasukan ke dalam dengan kantong jenazah dan tubuhnya telah dilapisi formalin.
(tya/ema)











































