Kepala Sekolah SMPN 52 Bandung Tata Santa mengatakan kegitan belajar mengajar di sekolah tersebut kini berjalan normal. Namun begitu, sebagian murid yang masuk tetap diperiksa kesehatannya di posko kesehatan.
"Untuk mengetahui kondisi kesehatan, sejumlah murid terus dicek di posko kesehatan," jelasnya saat dihubungi detikbandung melalui ponselnya, Selasa (11/8/2009).
Tata menambahkan, saat ini sejumlah murid yang masuk ada yang menggunakan masker. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan lebih luas. Walau kini murid yang awalnya sehat malah sakit karena kemungkinan tertular teman-temanya yang flu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tata, hingga kini sample apus hidung dan tenggorakan dari salah satu muridnya yang diambil Dinkes Jabar belum ada hasilnya. Sample darah dan lendir tersebut, kata Tata, diambil pada Selasa (4/9/2009) sehari setelah 143 murid dilaporkan tidak masuk karena menderita flu berat dan demam tinggi.
Pengambilan sample darah dan lendir salah seorang murid SMPN 52 adalah untuk mengetahui penyakit flu yang diderita ratusan murid. Apakah para murid itu terserang H1N1 atau penyakit flu biasa menjelang peralihan musim.
"Hingga kini, sample dari murid lelaki itu belum ada hasilnya," jelas Tata.
(bbp/ern)











































