(10/8/2009) sejumlah ruas jalan di Bandung seperti Jalan Ibrahim Adjie mulai diramaikan oleh penjual kembang api.
Misalnya Wahyu (21). Dia menuturkan bahwa ia dan beberapa pedagang lainnya sudah berjualan kembang api sejak akhir bulan Juli lalu.
"Kita sudah dua minggu berjualan disini, sengaja jualan lebih awal. Soalnya ini selain mau puasa juga mau 17-an, siapa tahu lumayan jualannya," ujar Wahyu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tawon, roket, air mancur dan super jumbo," tuturnya.
Untuk harga, berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 35 ribu per buah. "Tergantung ukuran dan warnanya, semakin besar dan warnanya semakin banyak biasanya harganya semakin mahal," terang Wahyu.
Setelah dua minggu berjualan, Wahyu mengaku belum mengalami lonjakan permintaan. "Paling sehari sepuluh pak kembang api, kalau akhir minggu atau libur paling 15 pak," tuturnya.
Pendapat senada juga diutarakan oleh Amin (24) pedagang kembang api yang lapaknya hanya berjarak beberapa meter dari lapak Wahyu. Dia sengaja berjualan jauh hari sebelumnya karena bulan Ramadhan bersamaan waktunya dengan perayaan HUT kemerdekaan.
Menurut Amin, jenis kembang api yang paling banyak dicari adalah Super Jumbo, Air Mancur dan Roket. "Biasanya kan yang beli orang warung atau orang tua buat anak-anaknya, biasanya nyarinya yang warnanya banyak," ujar Amin.
Amin memprediksi, puncak penjualan kembang api baru akan terjadi seminggu sebelum lebaran hingga malam takbiran.
"Biasanya ramai-ramainya saat lebaran atau malam takbiran. Tahun lalu kita sampai dapet Rp 5-6 juta per malam," aku Amin.
(dip/ema)











































