Ponsel Pelajar Dicolong Polisi Gadungan

Ponsel Pelajar Dicolong Polisi Gadungan

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 07 Agu 2009 18:32 WIB
Bandung - Polisi gadungan kembali beraksi di Bandung. Modusnya masih serupa. Mengaku sebagai polisi kemudian membawa ke kantor polisi dan mengambil barang berharga korban.

Kali ini yang menjadi korban adalah pelajar SMAN 14 Bandung, Fajri (17). Ponsel miliknya dicolong polisi gadungan.    

Kepada wartawan di Mapolresta Bandung Tengah, Jumat (7/8/2009), Fajri mengaku usai pulang sekolah dicegat seorang lelaki memakai seragam polisi yang ditutupi rompi hitam. Pria yang menggunakan sepeda motor Honda Beat itu mencegat motor Fajri yang saat itu membonceng temannya, Tomi (17), di Jalan Pramuka.  

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tadinya mau menghadiri reunian SMP. Tiba-tiba saya dihentikan seorang lelaki berpakaian seragam polisi. Kemudian mau menilang," jelasnya.

Namun, kata Fajri, saat ditanya apa alasan menilang, lelaki tersebut langsung meminjam ponsel Sony Erricson K770i miliknya.

"Orang yang ngaku polisi itu bilang minjem ponsel GSM karena alasannya ponselnya lowbat. Lalu, dia langsung mengajak saya dan Tomi ke Polres Bandung Tengah," ungkap Fajri.

Menurut Fajri, tiba di depan Mapolresta Bandung Tengah, Jalan Ahmad Yani, lelaki itu menyuruh Fajri untuk menunggu di ruang sentra pelayanan kepolisian (SPK).

"Setelah itu, dia pergi mau parkir motor sambil membawa ponsel saya," katanya.

Hampir setengah jam Fajri dan Tomi menunggu. Namun polisi gadungan itu tak kunjung kembali. Setelah mencoba mencari, lelaki itu tak ditemukan. Mengetahui ada gelagat tidak jahat, Fajri pun langsung melapor ke SPK.

"Lelaki itu usianya sekitar 30 sampai 40 tahunan. Perawakannya sedang, berkulit putih, dan ada janggutnya," ungkap Fajri.

Kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun selama satu bulan terakhir, kasus sejenis sudah terjadi sebanyak delapan kali. Hingga kini pelakunya belum tertangkap. Setiap beraksi, polisi gadungan ini selalu mengantar korban hingga markas polisi.

Kasat Reskrim Polwiltabes Bandung AKBP Arman Achdiat mengatakan, modus tersebut semakin marak. Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan. "Kita masih menyelidikinya. Saat ini sudah dibentuk dua tim khusus untuk mengungkap modus kejahatan yang mengaku polisi," ujar Arman.

(bbp/ema)


Berita Terkait