"Jumlah naskah kuno yang ada di Indonesia belum ada yang mengetahui secara pasti. Kalau diprediksi ada puluhan ribu. Itu tersebar di museum daerah dan individu," tutur Peneliti Puslitbang Arkeologi Nasional Titi Surti Nastiti kepada wartawan usai mengisi workshop 'Prasasti dan Peranannya Dalam Budaya Tulis Indonesia' di Landmark Convention Hall, Jalan Braga, Bandung, Kamis (6/8/2009).
Lebih lanjut Titi mencontohkan ada sejumlah naskah dari abad ke-18 yang dibawa Rafless ke Inggris. Jumlahnya mencapai puluhan.
"Kurang lebih jumlahnya 5O-an naskah. Sekarang tersimpan dengan baik di British Library Inggris. Selain itu, naskah kuno Indonesia berada juga di Belanda, Perancis dan Jerman," tutur Titi.
Disinggung adanya kemungkinan untuk menarik naskah-naskah itu kembali, Titi mewakili arkeolog Indonesia mempertimbangkan untuk tidak melakukannya dalam waktu dekat ini.
"Biarkan saja sementara ada di sana (luar negeri, red), lagian kalau dibawa lagi Indonesia malah rusak. Bukan kita tidak sayang pada budaya sendiri. Tapi pemerintahnya juga tidak peduli dan saat ini Indonesia mengelola naskah kuno yang ada saja masih sulit. Apalagi ditambah," tutur Titi. (dip/bbp)











































