"Maunya guru atau murid dikasih masker, kita sudah upayakan tapi maskernya tidak cukup," kata Kepala Sekolah SMPN 52 Tata Santa saat dihubungi, Kamis (6/8/2009).
Keterbatasan masker untuk mencegah menularnya virus flu di lingkungan sekolah, membuat pihak sekolah hanya mewajibkan penggunaan masker bagi guru dan siswa yang menderita flu saja.
"Pertimbangan lainnya kalau guru harus mengajar dengan masker di mulut, dikhawatirkan akan terkendala dalam penyampaian materi pelajaran," jelas Tata.
Tata menambahkan, terkait absennya ratusan siswa karena flu pihaknya belum memutuskan untuk meliburkan sekolah untuk sementara waktu. "Belum berpikir ke sana. Kalau makin jelek kondisinya akan kita liburkan," kata Tata.
Selain itu, posko kesehatan akan terus dibuka unutk memantau kesehatan para siswa. "Sampai dibutuhkan dan keadaan membaik," kata Tata.
Senin (3/8/2009) sebanyak 143 murid SMPN 52 di Jalan Bukit Jarian absen massal karena menderita demam dan flu berat. Namun jumlah tersebut berangsur berkurang pada keesokan harinya, tersisa 103 murid belum masuk sekolah karena kondisi yang belum pulih. Kemarin sebanyak 94 siswa absen dan hari ini, Kamis (8/6/2009) sebanyak 88 siswa tidak masuk. (ahy/ern)











































