Seperti dituturkan seorang penjual helm di Jalan DIpatiukur, Sandy Kurniawan (20). Menurut Sandy pemberlakuan penggunaan helm standar tidak menjamin penguna kendaraan bermotor lebih terjamin keamanannya. Sebab rata-rata helm yang dibeli adalah helm standar yang dengan harga termurah dengan kualitas yang kurang baik.
"Sayangnya rata-rata orang yang beli hanya cari harga murah dan biar aman dari polisi saja," ujar Sandy saat ditemui detikbandung, Minggu (2/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk helm standar yang berkualitas baik pembelinya paling hanya 5-10 orang per hari. Harga helm standar memang lumayan tinggi dibandingkan helm standar murah.
Helm standar yang kualitasnya biasa saja harganya antara Rp 85-95 ribu. Sedangkan helm standar yang bermerek harganya antara Rp 150-350 ribu. "Makanya jarang yang berminat. Apalagi di sini (Dipatiukur-red) yang tinggal banyaknya mahasiswa," ujar Sandy.
Hal yang sama diakui Heri Prasetyo (27) penjual helm standar di Jalan Diponegoro. Menurut Heri rata-rata pembeli membeli helm berkualitas rendah. "Yang penting harga murah untuk kualitas jadi nomor kesekian," ujar Heri.
Untuk itu, Heri belum berani menstok helm dengan merek ternama lantaran takut tidak laku. "Sengaja saya jual banyak helm yang biasa saja kalau helm bermerek susah lakunya," aku Heri. (ema/ema)











































