Hal ini disampaikan Dede Yusuf saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau proyek PLTU Jabar 1 di Indramayu, Kamis (30/7/2009).
Wapres tiba di Indramayu dengan Helikopter Super Puma dan mendarat di Lapangan Kecamatan Sukra, pukul 09.30 WIB. Selanjutnya JK bersama Wagub dan Bupati Indramayu Irianto M.S. Saefudin naik bus menuju lokasi PLTU di Desa Sumur Adem, Kec Sukra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PLTU Indramayu dibiayai Bank of China dan perbankan nasional dengan investasi sekitar Rp 10 triliun. Proyek berkapasitas 3 x 330 MW itu digarap konsorsium SCP Joint Operation yang meliputi Sinomach (China), CNEEC (China), dan PT Penta AS (Indonesia).
Di sela-sela peninjauan proyek, Dede Yusuf mengingatkan agar pemerintah setempat menyiapkan sumber daya manusia agar bisa terserap. "Bupati Indramayu harus menyiapkan lulusan SMK jurusan teknik dan kelistrikan untuk dipekerjakan di PLTU," jelas Dede, dikutip dari surat elektronik yang diterima detikbandung.
Selain itu, Dede Yusuf juga meminta agar proporsi pekerja lokal ditingkatkan. Saat ini, dari 2.600 pekerja di PLTU Indramayu, 200 di antaranya dari China. Dan kepada pihak investor, Wagub juga minta ada program CSR bagi masyarakat Kec Sukra, berupa pasokan air bersih.
Untuk menggerakan turbin, PLTU Indramayu menyedot air laut untuk kemudian diproses jadi air bersih. "Sebagian air bersih itu sebaiknya bisa dipergunakan masyarakat sebagai bentuk corporate social responsibility," tegas Dede.
Wapres mendukung usulan Wagub. PLN dan pihak investor juga menyanggupi CSR berupa pasokan air bersih bagi masyarakat sekitar lokasi proyek.
JK pun meminta agar kandungan lokal dalam pembangunan PLTU ini ditingkatkan jadi 50 persen. Dengan begitu bisa menghemat devisa dan menggerakan industri dalam negeri.
Ayo ngobrol seputar Kota Bandung di Forum Bandung.
(lom/lom)










































